Indonesia Sasaran Empuk Cyber Crime

Indonesia Sasaran Empuk Cyber Crime

0 Comments

asdfIndonesia masih menjadi salah satu target utama para pelaku kejahatan internet. Hal ini karena lemahnya pertahanan siber di tanah air.

Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony Koesmandarin mengatakan, potensi Indonesia terhadap serangan siber terbilang tinggi.

Untuk kawasan Asia Pasifik, Indonesia berada diposisi kedelapan di yang rawan penyerangan siber.

“Serangannya ini tidak hanya dari segi finansial, tapi juga dari sisi malware,” katanya saat ditemui di Jakarta.

Sementara itu, Chief Security Researcher Kaspersky Lab Alexander Gostev menerangkan, serangan siber dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan. Hacker semakin jago mencari celah keamanan pertahanan di setiap negara, termasuk di Indonesia.

Sedangkan saat ini, pada 2015 telah berkembang menjadi 10 jenis serangan yang mengancam keamanan siber. Antara lain, Satelitte Turla, Duqu 2.0, Naikon, Hellsing, Cozy Duke, Blue Termite, Carbanak, Desert Falcons, Equation dan Animal Farm.

“Ini bisa merugikan puluhan bahkan ratusan juta rupiah apabila mereka melakukan aksinya,” terangnya.

Yang lebih canggih, lanjut dia, Kaspersky pernah mengungkap kasus penyerangan terhadap mesin ATM yang disebut ATM Trojans di mana para penjahat siber profesional bisa mengambil uang cash tanpa menyentuh mesin ATM. Yang menjadi target hacker juga bukan hanya sektor perbankan, lebih dari itu mereka sudah bisa melacak keamanan setiap perusahaan, industry, bahkan pemerintah.

“Ada juga yang berhasil membobol sektor perhotelan di mana para peretas ini mampu mencuri data pembayaran tamu, termasuk nama pemegang kartu, nomor kartu pembayaran, kode keamanan dan tanggal kedaluwarsa,” terangnya.

Dony menambahkan, saat ini setiap perusahaan di Indonesia mulai menyadari akan bahaya tersebut. Begitu juga dengan pemerintah yag tengah menggodok sudah semakin siap dengan adanya potensi-potensi akan serangan siber.

“Saya melihat pemerintah sudah mulai concern, salah satunya yang kita tahu dengan akan dibentuk badan cyber. Perusahaan-perusahaan juga sudah mulai concern dengan hal itu, karena mereka ada isu, ada masalah,” imbuhnya.

Comments are closed.